Semoga Allah Melimpahkan Rahmatnya kepada Kita Semua
Tampilkan postingan dengan label Seputar Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 September 2010

Shalat 'Id di Lapangan atau di Mesjid?

Pada Hari Raya 'Idul Fitri ataupun 'Idul Adhha, semua umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan shalat 'Id (shalat hari raya). Mereka ada yang melaksanakannya di mesjid dan ada pula yang melaksanakannya di lapangan terbuka. Dan masing-masing pihak mengaku bahwa apa yang mereka lakukan adalah yang paling utama. Sebenarnya manakah yang lebih utama?

...

Sejak awal, Nabi SAW membangun mesjid dimaksudkan sebagai tempat ibadah. Dan juga sebaagai salah satu bentuk syi'ar Islam. Karena itulah semua bentuk perbuatan yang mempunyai makna penghambaan diri pada Allah SWT serta mengandung syi'ar Islam sebaiknya dilaksanakan di mesjid. Karena di dalam mesjid itu berkumpul orang-orang yang menyucikan diri, ber-taqarrub (melakukan pendekatan diri) kepada Allah. sebagaimana firman-Nya:



"sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa sejak hari pertama adalah lebih berhak kamu bertaqwa didalamnya. Didalamnya ada orang-orang yang senang membersihkan diri. Dan Allah senang kepada orang-orang yang membersihkan diri." (QS. Al-Taubah. 108)

Kamis, 09 September 2010

Tradisi Hari Raya (Lebaran)

THR, Mudik, Greeting Card

Satu Tradisi, yaitu tradisi meminta THR atau dalam bahasa lumrahnya Tunjangan Hari Raya. Dalam hal materi, "sebaiknya tangan kita berada di atas bukan dibawah" dan saat meminta mav, kita sebaiknya terlebih dahulu meminta maav. dalam pengertian bahwa kita harus lbh banyak shodaqoh dari pada meminta shodaqoh. silahkan pahami sendiri!!! tp kadang ane lupa dgn hal itu. bahkan ane jga sering ky gtu. yuk kita rubah paradigma tersebut menjadi lebih baik supaya kita lbh banyak shodaqoh. yang lebih baik adalah "tangan kita berada di bawah di kala kita meminta maaf"

Dua Tradisi, yaitu tradisi Pulang kampung atau sering disebut "Mudik". Tradisi Mudik hanya ada di Indonesia dan hanya dilakukan muslim Indonesia. dan itu satu hal yang harus kita jaga dengan catatan jadikan tradisi mudik untuk bersilaturahmi dan mempererat ikhuwah Islamiyah. jangan dijadikan tradisi mudik atau pulang kampung menjadi tradisi pamer atau gaya sehingga muncul sifat "riya". karena kebanyakan, dengan tradisi mudik menjadikan seseorang bermegah-megah

Tiga Tradisi, yaitu tradisi "Send Greeting Card" atau bahasa sundanya disebut "kirim kartu lebaran". sudah membudaya kalau kita mengucapkan "SELAMAT IEDUL FITRI" itu sebelum tanggal 1 Syawal. Shaum belum selesai, Ramadhan belum habis koq kita sudah mengucapkan selamat Iedul Fitri. Yuk kita selesaikan dulu shaum, habiskan dulu bulan Ramadhan, Takbiran dulu, Sholat Ied dulu, barulah kita ucapkan Selamat Iedul Fitri dan terucap "TAQOBBALALLOHU MINNA WA MINKUM SHIYAMANA WA SHIYAMAKUM" dan akan terasa indahnya kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh

"semoga menjadi bahan catatan buat kita semua, satu tradisi yang harus kita perbaiki menjadi lebih baik, lebih baik, dan lebih baik"

Jumat, 03 September 2010

Mengkaji Perbedaan Bilangan Shalat Tarawih

Pada Bulan Ramadhan, Ummat Islam disunnahkan melaksanakan shalat Tarawih. Dalam pelaksanaannya di Masyarakat, terdapat perbedaan. khususnya dalam jumlah rakaat. Ada yang mengerjakan 8 rakaat, 20 rakaat, bahkan ada yang 36 rakaat. pertanyaannya, manakah yang lebih utama dan sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah SAW?

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, rahmat dan maghfirah (ampunan). Oleh sebab itu, Nabi SAW menganjurkan untuk memperbanyak ibadah.



"Diriwayatkan darei Abu Hurairah RA, beliau berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang beribadah pada bulan Ramadhan dengan dilandasi iman dan penuh keikhlasan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Shahih al-Bukhari, 1768)


Termasuk dalam hal ini adalah melakukan shalat Tarawih sehabis shalat Isya di bulan Ramadhan. Dinamakan Tarawih, karena setiap selesai dua salam (4 rakaat) dianjurkan istirahat sejenak. Tentang Shala Tarawih ini dijelaskan dalam hadits:



"Diriwayatkan dari Siti 'Aisyah RA, bahwasanya Rasulullah SAW shalat di Masjid, lalu banyak orang shalat bersama beliau. Demikian pada malam berikutnya, beliau shalat dan bertambah banyak orang yang mengikuti beliau shalat. Pada malam ketiga dan keempat, orang-orang berkumpul menunggu beliau, tapi Rasulullah SAW tidak keluar (ke mesjid). Ketika pagi-pagi, beliau bersabda, "Sungguh aku lihat apa yang kalian perbuat tadi malam. tapi, aku tidak keluar karena aku takut kalau shalat itu diwajibkan pada kalian". Siti 'Aisyah berkata bahwa hal itu terjadi pada bulan Ramadhan." (Shahih al-Bukhari)

Tadarus Al-Qur'an

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, karena didalamnya terkandung beribu-ribu kebaikan. Tidak heran, pada bulan ini semua umat Islam berlomba-lomba untuk mencari kebaikan. Berbagai amalan ibadah dilakukan untuk mengisi bulan ini. Dari amal yang sunnah sampai yang wajib. Diantara amalan yang sering dilakukan adalah tadarus al-Qur'an. Pada malam hari bulan Ramadhan, masjid-masjid diseluruh Indonesia marak dengan bacaan-bacaan ayat-ayat suci al-Qur'an. secara silih berganti mereka melafalkan kalam Illahi. Tidak jarang, bacaan tersebut disambungkan dengan pengeras suara. Semua itu dilakukan dengan harapan "Berkah Ramadhan" yang telah dijanjikan Allah SWT akan mereka raih. Bagaimanakah hukum melakukan tadarrus tersebut?

Pada bulan Ramadhan, pahala amal kebaikan dilipatgandakan oleh Allah SWT. karena itu, Nabi SAW sangat menganjurkan umatnya untuk memperbanyak melaksanakan ibadah kepada Allah SWT pada malam hari bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda:

Qadha Shaum Untuk Orang Mati

Ibadah shaum merupakan kewajiban yang dibebankan oleh Allah SWT kepada seluruh umat Islam. Orang-orang yang telah memenuhi syarat, wajib melaksanakannya. Jika pada suatu saat orang tersebut tidak berpuasa, baik karena ada udzur ataupun tidak, ia berkewajiban mengganti puasa yang ditinggal tersebut pada hari lain. Persoalannya adalah, bagaimanakah jika orang itu tidak mengganti puasanya sampai ia meninggal dunia? Bolehkah keluarga atau kearabatnya menggantikan puasanya itu?

Rabu, 01 September 2010

Lailah al-Qadr

Pada malam bulan Ramadhan, Umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal yang baik. Karena pada waktu itu terdapat satu malam yang sangat mulia. Malam yang melebihi seribu bulan. Satu malam dimana ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba pahalanya akan dilipatgandakan berpuluh-puluh, atau bahkan beratus-ratus kali lipat. Lailatul Qadr, demikianlah nama malam itu. Tidak heran, semua orang berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Apakah sebenarnya  Lailatul Qadr, itu? Apa saja keistimewaan yang terdapat didalamnya? Kapan terjadi dan apakah ada tanda-tanda kemunculannya?

Tidur Setelah Sahur, Perlukah?

Setelah sahur sebaiknya Anda kembali tidur, setidaknya selama dua jam. Apa keuntungannya?

VIVAnews - Setelah sahur, sebaiknya Anda kembali tidur setidaknya selama dua jam. Menurut Abdullah Ozkardes, ahli saraf dari Rumah Sakit Memorial Sisli, Turki, aktivitas ini akan membuat tubuh merasa lebih berenergi selama berpuasa.

Tetapi, pastikan durasi tidur Anda tidak lebih dari dua jam, karena justru dapat berdampak negatif bagi tubuh. Jika terlalu lama, tubuh bisa terasa lemas di siang hari.

Jumat, 13 Agustus 2010

Penetapan Awal dan Akhir Ramadhan

Masih ada perbedaan di kalangan umat Islam tentang penetapan awal dan akhir Ramadhan. Sebagian menggunakan Ru’yah (melihat bulan) dan sebagian yang lain memakai hisab (hitungan). Bagaimanakah sebenarnya? Cara manakah yang lebih tepat dan sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad SAW?

Sebenarnya ada dua cara yang disepakati oleh Jumhur (mayoritas) ulama untuk menentukan awal dan akhir Shaum, yakni dengan melihat bulan atau dengan menyempurnakan hitungan bulan sya’ban. Sebagaimana yang dikatakan oleh DR. Ahmad Syarbashi seorang dosen di Universitas Al-Azhar Mesir.

Sabtu, 17 Juli 2010

19 Tanda Gagal Ramadhan

Di bulan Ramadhan, pintu neraka ditutup dan pintu syurga dibuka
lebar-lebar. Namun banyak orang gagal mendapatkan kemuliaannya. Di
bawah ini tanda-tanda gagalnya Ramadhan:

1. Kurang melakukan persiapan di bulan Sya'ban.